embriologi

A.  Perkembangan palatum

Palatum dibentuk dari dua struktur embrionik yang terpisah yaitu palatum primer (stuktur anterior dari foramen insisv, bibir, dan alveolus)dan palatum sekunder(stuktur posterior dari foramen insisiv, palatum molle, dan palatum durum). Perkembanagan palatum dimulai pada minggu ke 5 dan sempurna pada minggu ke 12, dalam periode fetal.

Perkembangan palatum

Periode Bagian Palatum yang terlibat
Minggu ke 5-6 Palatum primer: segmen intermaksilaris, hasil dari fungsinya prosesus nasal media
Minggu ke 6-12 Palatum sekunder : penyatuan palatal shelves dari prosesus maksilaris
Minggu ke 12 Palatun akhir : penyatuan 3 prosessus
  1. Pembentukan Palatum Primer

Selama minggu ke 5 perkembangan prenatal, terbentuk segmen intermaksillary yaitu hasil dari penyatuan 2 prosessus nasal media dalam embrio. Segmen ini adalah suatu massa internal berbentuk baji yang meluas ke inferior dan bagian dalam nasal dan septum nasal, sehingga terletak diantara permukaan internal;prosesus maksilaris. Segmen intermaksilaris ini akan membentuk palatum primer, suatu massa triangular.

  1. Pembentukan Palatum Sekunder

Selama minggu ke 6 pada perkembangan prenatal, prosessus maksilaris bilateral, memunculkan 2 palatal shelves atau prosessus lateral palatines. Shelves ini tumbuh ke inferior dank e bagian dalam stomodeum  pada rah vertical, sepanjang kedua sisi lidah yang sedang berkembang. Perkembangan palatal shelve pada arah horizontal pada tiap sisinya, setelah “flipping” pada arah superior, untuk membentuk palatum sekunder.

  1. Pembentukan Complete Palatum

Untuk komplit palatum, palaum sekunder bertemu dengan bagina posterior palatum primer dan menyatu bersama-sama. Ke tiga prosessus ini menyatu secara sempurna, membentuk palatum akhir, bagian lunak dank keras, selama minggu ke 12 perkembangan prenatal.

B.  Perkembangan rongga hidung dan septum

Waktu perkembangan sama dengan waktu perkembangan palatum. Struktur septum nasal sama seperti palatum primer, tumbuh dari penyatuan prosessus nasal medial. Jaringan yang membentuk septum nasal akan tumbuh ke inferior dan ke bagian dalam prosessus nasal medial dan superior dari stomodeum.

Septum nasal vertical kemudian berfusi secara horizontal setelah terbentuknya final palate, penyatuan ini dimulai pada minggu ke 9 dan selesai pada minggu ke 12. Sebagaimana terbentuknya septum nasal dan palatum terakhir, sepasang rongga hidung dan oral cavity pada fetus menjadi terpisah secara sempurna.

  • Cleft pada palatum primer dihasilkan dari gagalnya mesoderm untuk berpenetrasi ke dalam groove antara nasal media dan prosessus maksila, yang mencegah penggabungan antara satu dengan lainnya.
  • Cleft pada palatum sekunder diakibatkan oleh gagalnya shelve palatine untuk berfusi dengan yang lainnya dan gagalnya lidah untuk turun ke rongga oral.
Explore posts in the same categories: Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: