Pemeriksaan cleft lip dan cleft palate


  1. Mencatat informasi medis pasien & keluarga
  2. Riwayat kehamilan ibu

–          Umur ibu saat hamil

–          Abnormalitas kromosom

–          Obat- obatan yang di konsumsi selama hamil

–          Kebiasaan personal

–          Kesehatan ibu

  1. Riwayat prenatal
  2. Pemeriksaan fisik, dengan melihat keadaan abnormalitas selain cleft mis di tubuh bagian lainnya
  3. Pemeriksaan oral

–          Klasifikasi cleft lip/palate

–          Identifikasi frontonasal seperti columna philtrum

–          Identifikasi media cleft

–          Gangguan dental

–          Maloklusi

–          Adanya fistula pada palatum

  1. Inspeksi
  2. Palpasi
  3. Studi model digunakan untuk studi pertumbuhan palatal dan relasi gigi (oklusi) maksila dan mandibula
  4. Tes artikulasi

Ahli patologi fungsi bicara atau bahasa secara sistematis mengevaluasi formasi yang tepat  maupun tidak dan produksi suara saat bicara meliputi distorsi dan substitusi suara normal atau suara kompensasi eror, evaluasi sistemik artikulasi proses bicara membantu analisis yang lengkap dan konsisten, sehingga rencana perawatan menjadi efektif dan efisien.

10.  Otoscape, digunakan untuk melihat timpani, yang menyebar dari kanal telinga terluar ke telinga tengah

11.  Instrumen audiologik untuk mengevaluasi pendengaran

Membantu dalam mendeteksi ketidakmampuan telinga. Deteksi ketidakmampuan tersebut oleh dokter .

Masalah bicara

Jika cleft palate tidak terawat , pengaruh langsung yang dihasilkan adalah yaitu terdengarnya suara sengau yang disertai penekanana suara konsonan seperti p, b, t, d, s,z, biasanya berhubungan dengan berlebihannya “nasal tone headrd” pada suatu vokal, yang dikenal dengan hipernasality.

Pola bicara Cleft palate ada 2 komponen:

  1. Gangguan organik yaitu hipernasality tetap ada walaupun cleft palate telah diperbaiki, yang mana penutupan velopharingeal tidak sempurna
  2. Gangguan fungsional yaitu hipernasality yang berasal dari gangguan struktural (belum adanya perawatan)

Jenis- jenis gangguan bicara meliputi:

  1. Gangguan artikulasi yang meliputi kesulitan menghasilakan suara dalam bentuk suku kata atau dalam mengucapkan kata- kata secara tidak benar
  2. Gangguan kelancaran bicara seperti gagap, sehingga si pasien sering mengucapkannya berulang
  3. Gangguan suara meliputi masalah seperti tinggi suara, volume atau kualitas suara yang membuat pendengar tidak mengerti
  4. Gangguan makan secara oral

Taksiran bicara pasien cleft palate

Pemeriksaan bicara pasien cleft palate meliputi aspek:

  1. Nasal escape, dengan menggunakan nasal anemometer.

Pada pasien dengan velopharingeal insufffiency dengan demam, perubahan pada persepsi nasal escape, penyimpangan septum nasal, nostril stenosi, sulit untuk mendengar suara sengau.

  1. Nasal resonansi, berhubungan dengan nasal escape

Grade nasal resonance:

–          Normal 0

–          Hipernasality ringan 1

–          Hipernasality sedang 2

–          Hipernasality berat 3

Penyebab hiponasality karena adanya bloking dari ruang resonansi, pembesaran adenoid, adanya polip, adanaya blok sinus atau terjadinya pharingoplasty.

  1. Taksiran artikulasi, untuk rencana perawatan yang tepat diperlukan pemeriksaan:

–          Isolasi konsonan, huruf yang umumnya dites “p, b, t,d,s,z”

–          Satu kata, ada bermacam variasi tes yang paling sering digunakan Ioawa Pressure Articulating Test (IPAT)

–          Berbicara kontinu, misal dengan membacakan suatu karangan untuk s pasien

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan oral rutin yang dilakukan untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan abnormalitas gigi, lengkung rahang, paltum lunak, palatum keras dan lidah

  • Gigi hilang yang dapat mempengaruhi bunyi konsonan
  • Lengkung alveolar sempiti atau tidak
  • Adanya fistula pada palatum lunak atau keras
  • Malposisi memperberat keadaan sipasien sehingga menghasilkan bunyi berdesis seperti “s” dan “z”.

Pemeriksaan penunjang

  1. Cephaloroentgenographs

Merupakan x-ray kepala bagian lateral dan frontal. Digunakan untuk mempelajari pertumbuhan fasial dan tengkorak, membantu melihat bentuk atas dan  bawah  rongga mulut, termasuk tengkorak dan ukuran dan bentuk bagian diatas palatum lunak yang mempengaruhi ruang pernapasan dan membantu menentukan pembentukan spinal servikal dan ukuran serta panjang palatu lunak

  1. Multiview vidiofluroscopy

Merupakan gambaran x-ray maksila dan mandibula ( dari depan, samping dan bagian bawah pada vidio tape- ketiga gambarnya digunakan untuk mengevaluasi fungsi velofaringeal. Contoh : bicara dan mengunyah

Explore posts in the same categories: Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: