Prosedur diagnosis Temporomandibularjoint


Diagnosis dapat ditegakkan secara berurutan berdasarkan:

a) Anamnesis

Meliputi personal data, keluhan utama, riwayat penyakit, riwayat kesehatan dan riwayat kesehatan gigi dan mulutnya. Tidak menutup kemungkinan bahwa gejala dari kelainan temporomandibular dapat berasal dari gigi dan jaringan periodontal, maka harus dilakukan pemeriksaan secara seksama pada gigi dan jaringan periodontal. Selain itu, perlu ditanyakan

tentang perawatan gigi yang pernah didapatkan, riwayat penggunaan gigi palsu dan gigi kawat. Keluhan utama pada pasien dengan, diantaranya :

  • Pasien akan merasakan nyeri pada darah TMJ, rahang atau wajah
  • Nyeri dirasakan pada saat membuka mulut
  • Keluhan adanya “clicking sounds” pada saat menggerakan rahang
  • Kesulitan untuk membuka mulut secara sempurna
  • Sakit kepala
  • Nyeri pada daerah leher dan pungggung

b) Pemeriksaan klinis

Inspeksi

Untuk melihat adanya kelainan sendi temporomandibular perlu diperhatikan gigi, sendi rahang dan otot pada wajah serta kepala dan wajah. Apakah pasien menggerakan mulutnya dengan nyaman selama berbicara atau pasien seperti menjaga gerakan dari rahang bawahnya. Terkadang pasien memperlihatkan kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik selama interview seperti bruxism.

Palpasi

Masticatory muscle examination: Pemeriksaan dengan cara palpasi sisi kanan dan kiri pada  dilakukan pada sendi dan otot pada wajah dan daerah kepala.

  • Temporalis muscle, yang terbagi atas 3 segmen yaitu anterior, media, dan posterior
  • Zygomatic arch (arkus zigomatikus).
  • Masseter muscle
  • Digastric muscle
  • Sternocleidomastoid muscle
  • Cervical spine
  • Trapezeus muscle, merupakan muscular trigger point serta menjalarkan nyeri ke dasar tengkorang dan bagian temporal
  • Lateral pterygoid muscle
  • Medial pterygoid muscle
  • Coronoid process

Muscular Resistance Testing: Tes ini penting dalam membantu mencari lokasi nyeri dan tes terbagi atas 5, yaitu :

  • Resistive opening (sensitive untuk mendeteksi rasa nyeri pada ruang inferior m. pterigoideus lateral)
  • Resistive closing (sensitive untuk mendeteksi rasa nyeri pada m. temporalis, m. masseter, dan m. pterigoideus medial)
  • Resistive lateral movement (sensitive untuk mendeteksi rasa nyeri pada m. pterigoideus lateral dan medial yang kontralateral)
  • Resistive protrusion (sensitive untuk mendeteksi rasa nyeri pada m. Pterigoideus lateral)
  • Resistive retrusion (sensitive untuk mendeteksi rasa nyeri pada bagian posterior m. temporalis)

Pemeriksaan tulang belakang dan cervikal: Dornan dkk memperkirakan bahwa pasien dengan masalah TMJ juga memperlihatkan gejala pada cervikal. Pada kecelakaan kendaraan bermotor kenyataannya menunjukkan kelainan pada cervikal maupun TMJ. Evaluasi pada cervical dilakukan dengan cara :

  • menyuruh pasien berdiri pada posisi yang relaks, kemudian dokter menilai apakah terdapat asimetris kedua bahu atau deviasi leher
  • menyuruh pasien untuk menghadap kesamping untuk melihat postur leher yang terlalu ke depan
  • menyuruh pasien untuk memutar (rotasi) kepalanya ke setiap sisi, dimana pasien seharusnya mampu untuk memutar kepala sekitar 80 derajat ke setiap sisi.
  • menyuruh pasien mengangkat kepala ke atas (ekstensi) dan ke bawah (fleksi), normalnya pergerakan ini sekitar 60 derajat
  • menyuruh pasien menekuk kepala kesamping kiri dan kanan, normalnya pergerakan ini 45 derajat

Auskultasi : Joint sounds

Bunyi sendi TMJ terdiri dari ‘kliking’ dan ‘krepitus’. ‘Kliking’ adalah bunyi singkat yang terjadi pada saat membuka atau menutup mulut, bahkan keduanya. ‘Krepitus’ adalah bersifat difus, yang biasanya berupa suara yang dirasakan menyeluruh pada saat membuka atau menutup mulut bahkan keduanya. ’Krepitus’ menandakan perubahan dari kontur tulang seperti pada osteoartrosis. ’Kliking’ dapat terjadi pada awal, pertengahan, dan akhir membuka dan menutup mulut. Bunyi ‘klik’ yang terjadi pada akhir membuka mulut menandakan adanya suatu pergeseran yang berat. TMJ ‘kliking’ sulit didengar karena bunyinya halus, maka dapat didengar dengan menggunakan stetoskop.

Range of motion

Pemeriksaan pergerakan ”Range of Motion” dilakukan dengan pembukaan mulut secara maksimal, pergerakan dari TMJ normalnya lembut tanpa bunyi atau nyeri. Mandibular range of motion diukur dengan :

  • Maximal interticisal opening (active and passive range of motion)
  • Lateral movement
  • Protrusio movement

Explore posts in the same categories: Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: